CANDI PRAMBANAN & CANDI RATU BOKO
Hi Clovers,
Kali ini aku akan membagikan cerita tentang perjalanan seharian bermain di Candi Prambanan & Candi Ratu Boko - Daerah Istimewa Yogyakarta. Kali ini aku berangkat dari kota Solo / Surakarta - Jawa Tengah, dikarenakan aku menginap di salah satu hotel yang berada di kota Solo / Surakarta. Aku menginap di The Royal Surakarta Heritage Hotel.
Solo / Surakarta sebenarnya adalah kota yang sama, namun sebagian orang menyebutnya kota Surakarta ada juga yang lebih mengenalnya dengan sebutan kota Solo, jadi Solo dan Surakarta merupakan kota yang sama di provinsi Jawa Tengah.
Nama sebutan kota Surakarta digunakan untuk nama resmi dalam keperluan administrasi pemerintahan, sedangkan nama kota Solo adalah nama populernya atau banyak orang lebih mengenalnya dengan sebutan kota Solo.
Nama sebutan Solo tercipta karena pada zaman dahulu pusat pemerintahan Keraton Kartasura di pindahkan ke Desa Sala lalu didirikan Keraton Surakarta Hadiningrat sebagai pengganti Keraton Kartasura yang porak - poranda hancur akibat Geger Pacinan (Tragedi Angke). Bangsa Eropa (Belanda) kesulitan mengucapkan kata "Sala" sehingga lidah mereka bangsa Eropa (Belanda) mengubahnya menjadi kata "Solo".
Baik mari kita kembali ke judul yang telah ditetapkan yaitu Candi Prambanan & Candi Ratu Boko, terkadang pembahasanku sangat mudah sekali teralihkan, hehe..
Aku berangkat dari Hotel setelah waktu Breakfast (sarapan pagi) selesai yaitu pada pukul 10:00 WIB menggunakan mobil. Perjalanan dari Kota Solo Menuju Candi Prambanan ditempuh selama 1 jam lebih, aku tidak lewat jalan Tol, aku lewat jalur provinsi.
Tibalah aku di Objek Wisata Candi Prambanan pada siang tengah hari, pada saat sinar matahari berada dalam puncak panas - panasnya. Namun untungnya kawasan Candi Prambanan kawasannya asri dan hijau, banyak terdapat pohon-pohon besar dan taman-taman hijau, sehingga cuaca menjadi tidak terlalu panas.
Candi Prambanan adalah kompleks Candi Hindu terbesar di Indonesia dan ditetapkan sebagai situs warisan dunia UNESCO karena memiliki nilai sejarah dan nilai arsitektur yang tinggi, dibangun pada abad ke-9 Masehi, sekitar tahun 850 Masehi, yang dibangun oleh Rakai Pikatan seorang Raja dari Kerajaan Medang (Mataram Kuno), candi ini dibuat untuk ritual pemujaan kepada 3 Dewa Utama (Trimurti) dalam Hindu : Brahma, Wisnu, dan Siwa.
Adapun menurut mitos legenda cerita rakyat mengenai Bandung Bondowoso dengan bantuan para Jin dalam membangun candi dalam waktu satu malam (Legenda Roro Jonggrang).
Untuk Parkiran mobil cukup banyak dan lumayan luas parkiran mobilnya, jadi sangat menyenangkan sekali apabila banyak tempat parkir, aku paling sebel kalau tempat wisata dengan fasilitas tempat parkir yang terbatas dan susah mencari parkir. Lalu aku mencari parkiran mobil yang teduh di bawah pohon-pohon besar. Untuk tarif parkirnya mobil Rp 15.000,-
Lanjut ke loket penjualan tiket masuk Kawasan Candi Prambanan, jadi untuk tiket masuk hari biasa (weekdays) dan hari akhir pekan (weekends) memiliki harga yang berbeda ya Clovers, kebetulan aku kali ini datang pada saat akhir pekan (weekends) sehingga harga tiketnya lebih mahal daripada harga hari biasa (weekdays). Aku Sarankan untuk membeli tiket Paketan supaya lebih murah, seperti tiket yang kali ini aku beli adalah tiket paketan untuk masuk ke Candi Prambanan dan Candi Ratu Boko harganya Rp 100.000,- per Orang.
Oh iya karena lokasi Candi Prambanan dan Candi Ratu Boko tidak berada dalam satu kawasan, Candi Prambanan dan Candi Ratu Boko berjarak kurang lebih sekitar 6 kilometer, maka tersedia juga Free Shuttle bagi yang tidak membawa kendaraan pribadi, namun ada jam-jam keberangkatannya dan selama di Candi Ratu Boko dibatasi waktunya selama 15 menit saja, wah.. tentu saja itu tidak akan puas untuk menjelajah seluruh area di Candi Ratu Boko, dan lagi jadwal terakhir free shuttle nya itu hanya sampai jam 14:00 WIB saja, sedangkan aku mau ke Candi Ratu Boko untuk menikmati matahari Senja, akhirnya aku putuskan untuk menggunakan mobil sendiri menuju Candi Ratu Boko.
Untuk Paket Tiket Masuk Candi Prambanan hanya berlaku di hari yang sama pada saat tanggal pembelian tiket, sedangkan Paket Tiket Masuk Candi Ratu Boko bisa berlaku hingga 3 hari sejak tanggal pembelian tiket.
Aku berkeliling Candi Prambanan dan menggunakan Google Gemini untuk menjelaskan gambar-gambar yang terdapat pada setiap bangunan Candi Prambanan, cukup menarik dan menyenangkan, tapi buat kalian yang tidak ingin repot seperti aku, kalian bisa menggunakan jasa Tour Guide, disana banyak Tour Guide yang siap memberikan penjelasan secara lebih mendetail.
Seperti biasa masuk ke sesi pemotretan di setiap objek yang keren dan menarik, aku mengambil foto dan video untuk memberi makan akun-akun media sosial ku, seperti youtube, facebook, dan instagram.
Aku masuki satu persatu Candi-Candi yang ada di Prambanan, setelah puas dan berkeliling seluruh kawasan Candi Prambanan, lalu aku makan siang di sekitaran area kawasan Candi Prambanan, disini banyak penjual makanan, minuman dan oleh-oleh cinderamata khas kota Yogyakarta.
Setelah melihat-lihat tempat makanan, dari sekian banyaknya kios penjual makanan entah mengapa aku sangat tergoda dan tertarik untuk makan siang dengan Lontong Pecel Sayuran pakai gorengan bala-bala. Hmm...enak banget Clovers. Harga Pecel Sayuran pake Lontong disiram bumbu kacang Rp 15.000,- pakai gorengan bala-bala Rp 2.000,- Es Teh Manis Rp 3.000,- Jadi total makan pecel sayuran lontong pakai bala-bala minumnya es teh manis Rp 20.000,-
Setelah selesai makan siang Pecel di Candi Prambanan, lalu aku lanjutkan perjalanan ke lokasi wisata selanjutnya yaitu Candi Ratu Boko untuk menikmati suasana senja disana, banyak yang bilang kalau mau ke Candi Ratu Boko bagusnya pada saat senja matahari terbenam suasananya lebih indah dan syahdu, jadi aku harus segera bergegas menuju ke Candi Ratu Boko karena ada jam operasionalnya, Candi Ratu Boko tutup jam 17.00 WIB.
Untuk rute perjalanan menuju Candi Ratu Boko jalanan cukup menanjak dan panjang karena lokasi Candi Ratu Boko berada di area gunung berbukit, jadi dari Kawasan Candi Ratu Boko aku bisa melihat Candi Prambanan dari kejauhan. Untuk jarak dari Candi Prambanan ke Candi Ratu Boko menurut aku dibilang jauh tidak dibilang dekat juga tidak, jaraknya kurang lebih 6 Kilometer apabila berkendara dengan mobil diperlukan waktu 10 - 15 menitan.
Tiba di kawasan Candi Ratu Boko aku hanya cukup membayar biaya parkir mobil saja Rp 10.000,- karena tiket yang aku beli sudah tiket paket/tiket terusan dari Candi Prambanan, jadi masuk ke gerbang tiket tinggal men-scan barcode yang ada di tiketnya saja.
Menuju area Candi Ratu Boko aku harus menaiki beberapa banyak anak tangga, karena lokasinya diatas, sedikit melelahkan, namun tidak semelelahkan sewaktu aku menaiki anak tangga yang menuju kawasan Pancuran Pitu di Purwokerto, serasa pengen punya sayap lalu terbang kalau inget tangga-tangga di Pancuran Pitu, tapi tenang di Candi Ratu Boko anak tangganya tidak sebanyak itu.
Memang benar apa kata Netizen media sosial Candi Ratu Boko sangat indah pada saat senja matahari terbenam, aku berkeliling seluruh area kawasan Candi Ratu Boko hingga pukul 17:00 WIB.
Jadi di Candi Ratu Boko ini dahulunya merupakan tempat upacara keagamaan atau persembahan karena ada Candi Pembakaran yang berstruktur segi empat dengan lubang berbentuk kotak untuk pembakaran untuk melakukan ritual kepada dewa api dalam Hindu Dewa Agni. Pendopo dan Paseban : tempat pertemuan singgah tamu-tamu dengan Raja, Keputren kompleks kolam pemandian putri Raja, Gua Lanang dan Gua Wadon : Gua buatan yang berada di perbukitan, Sumur Suci : sumber air keramat yang digunakan untuk upacara ritual keagamaan.
Biaya & Harga Tiket :
- Harga Tiket Masuk (weekends) Tiket Terusan Candi Prambanan & Candi Ratu Boko Rp 100.000,- per Orang
- Parkir mobil di Candi Prambanan Rp 15.000,-
- Parkir mobil di Candi Ratu Boko Rp 10.000,-
Comments
Post a Comment
Tinggalkan Komentar Disini Untuk Kemajuan Blog Ini